teks

Visi GPSK Immanuel Ng. Merakai : Menjadi GEREJA yang MISIONER, yang MEMBERKATI serta DIBERKATI

Sabtu, 23 Maret 2013

PROYEK MEMBERI MAKAN 5000 ORANG


Shalom Kekasih2 Allah!
Apa kbr?Hrp baik2!! Amin! :)

Rekan terkasih, kita ada gerakan utk memberkati kota dlm tindakan sederhana yaitu membagikan Roti Hidup setiap hari kepada Kerabat/ Sahabat / Rekan kita.


Ibrani 3:13
Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

Ini trinspirasi dlm Markus 6:30-44 kisah Yesus memberi makan lima ribu orang (ayat 39-40)
Ketika orang-orang sudah duduk berkelompok, para murid-murid kemudian membagikannya pada masing2 kelompok DAN KOLOMPOK ITU MENERUSKANNYA PADA KELOMPOK LAIN, DAN MENERUSKANNYA LAGI...DAN MENERUSKANNYA LAGI..LAGI DAN LAGI!

Sampai semua terpenuhi!

Jd kita akan bagikan Firman dlm nasihat2/inspirasi2, kemudian rekan2 MENERUSKANNYA pd rekan2 lain, min.5 orng. (Lbh bnyk lbh baik & mberkati), utk diteruskan kembali secara estafet. Dan seterusnya...

Kita sebut "BANDROS KOPERA"(BK).
Kita melakukannya secara OFF line via sms (berapa banyak teman kita punya fb dan yg tdk membuka fb setiap hari?)


Dan kami rancang gerakan ini SELURUH KOTA di Indonesia! (Diutamakan 100 kota pertama)
Jadi kami butuh Nama dan Domisili kotamu dengan cara kirim sms:

Sms: NAMA/ KOTA
Contoh Sms : Effendi Sinaga / Jayapura
Kirim ke 081808223344


Ok, Rekan2 terlibat ya & ambil bagian. Mari jadi pelopor dan pendobrak di kota kamu!
Mari kita brgandengan tangan melayani bersama sampai bumi penuh kemuliaanNYA! AMIN! :)
Thx.GBUs

Dalam anugrahNya, Sahabatmu...
-OONG Sukabumi

*) Note BANDROS adalah : makanan sejenis roti yang sangat populer di kota Sukabumi  
           KOPERA adalah : pelayanan komunitas Pemuda Remaja Kota


MERAIH IMAN KRISTEN



PPHG Immanuel
Berawal dari mimpilah kita dapat memiliki pandangan tentang  cita-cita.  Cita-cita merupakan pandangan seseorang tetang masa depan. Tetapi bukan dalam arti meramal akan apa yang terjadi dalam hidup kita. Melainkan apa yang kita inginkan  yang kita minat dalam suatu, dalam hal pekerjaan, maupun kesukaan. Meraih mimpi sama halnya  dengan  cita-cita. Meraih mimpi bukanlah  hal yang mudah untuk kita raih. Banyak tantangan, rintangan yang kita hadapi untuk menjadi juara. Untuk itu sangat diperlukan kekompakan, dan kemauan seseorang yang keras dalam mewujudkan dengan memiliki niat dan tekat dalam diri kita sendiri. Bangaimana dengan halnya tentang iman seseornag yang dimilikinya…? Meskipun kita memiliki niat dan tekat yang kuat namun,  tidak mengandalkan Tuhan dalam apa yang kita lakukan di kehidupan kita sehari-hari.makan akan sia-sia.

bagaimana kita bisa meraih mimpi di dalam Tuhan…?
Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk meraih  iman…
1.      I.  Kita harus percaya kepada kepada Tuhan
PPHG v OMK
Berbicara masalah percaya, banyak hal contoh-contoh  dalam lingkungan kitasehari-hari. Seperti halnya anak muda  dalam masa-masa pacaran yang masih labil. Dalam bisnismen utang piutang dan sebagainya. Bagimana tengang hal kepercayaan kita akan kuasa Tuhan yesus …? Apakah anda benar-benar percaya pada kuasanya…?  Seharusnya kita harus dan wajib percaya. Mengapa? Adakah setiap rencana Tuhan itu buruk…? Tidak,,,!!!! Semua rencana Tuhan setiap harinya sangat indah. Dan walaupun menurut  anda tidak. Berarti ada rencana Tuhan yang sngatttt indah yang belum pernah terlintas difikiran anda sekalipun. Berserah, bergumul akan hal masalah dalam pribadi anda pada Tuhan Yesus. Itu merupakan kalaw anda percaya rencana Tuhan itu indah.
2.       II. Taat
Taat merupakan bentuk sikap rendah hati dari seseorang. Rendah hati akan selalu berhubugan dengan taat. Banyak hal cotoh-contol taat, dalam lalulintas kita dituntut untuk taat  akan peraturan lalau lintas  supaya kita selamat sampai tujuan kita.


Intinya, kita harus perankan Tuhan dalam semua hal kehidupan kita, baik itu saat kita 

Rabu, 20 Maret 2013

TEGAR DI TENGAH BADAI


Thema khotbah                     : TEGAR DI TENGAH BADAI
Nast                                       : TEGAR DI TENGAH BADAI

                                                   INTRODUKSI
GPSK IMMANUEL pelayanan ke jelemuk

Ada 2 jenis pohon yang disebutkan dalam ay. 13 ini.  Mengapa bukan jenis pohon yang lain, yang mungkin lebih bagus dari pohon ini.  Misalnya:  Orang benar akan bertunas seperti Pohon jati / pohon Mangga / Pohon Tebelian.
Ternyata bukan masalah bagus atau tidak bagus, melainkan ke-2 jenis pohon yang disebutkan terbebut memiliki keunikan tersendiri.
I.                    POHON KORMA
-          Hidup di daerah padang pasir.
-          Tinggi pohon 27 meter dan usianya dapat mencapai 250      tahun.
team majelis GPSK FILIPI JELEMUK dan
team GPSK Immanuel nanga merakai
-          Pohon ini memiliki akar yang sangat kuat bahkan dapat menembus kedalaman sampai puluhan meter sampai menemukan sumber air.

II.                  PELAJARAN ROHANI
-          Hidup di daerah padang pasir.
-          Tinggi pohon 27 meter dan usianya dapat mencapai 250 tahun.
-          Pohon ini memiliki akar yang sangat kuat bahkan dapat menembus kedalaman sampai puluhan meter sampai menemukan sumber air.
hari minggu di GPSK FILIPI jelemuk
-          Untuk dapat berdiri ditengah berbagai hambatan dan akan mampu untuk terus bertumbuh serta menghasilkan buah maka sebagai orang percaya kita harus memiliki akar rohani yang kuat.
-          Pohon korma mampu tumbuh ditengah padang tandus karena tahu kemana harus mencari air, begitu juga dengan kita akan mampu hidup baik ditengah pergumulan dan kehidupan yang keras, apabila kita tahu dimana kita memperoleh “AIR HIDUP”.
-          Seperti layaknya Pohon Korma yang penuh Nutrisi dan menyegarkan, orang percayapun harus bisa menjadi Penyegar bagi lingkungan yang “TANDUS”.
permaian anak sekolah minggu
GPSK immanuel di jelemuk
III.                POHON ARAS
a.       Pohon Aras tumbuh dengan subur di daerah Libanon. 
            -  Lebih sering tumbuh dipuncak gunung yang sangat dingin.
b.      Pohon Aras sangat kuat dan tidak mudah lapuk.
c.       Pohon Aras banyak dipakai untuk tiang penyangga istana bahkan Bait Allah.
           - Contohnya : Istana Raja Salomo ( 1 Raja2 7:2-3)

VI.         PELAJARAN ROHANI
-          Semakin hubungan kita dekat, intim dengan Tuhan maka kehidupan rohani kita juga akan menjadi kuat. Sehingga hidup rohani kita tidak dipengaruhi oleh “mas SIKON”.
GPSK  Immanuel dan FILIPI jelemuk
-          Hendaklah kita menjadi orang kristen yang dapat diharapkan menjadi tiang penyangga bagi orang yang di luar Kristus.


KESIMPULAN
Untuk dapat menjadi Pohon Korma yang selalu bertunas, sekalipun di padang yang tandus dan menjadi Pohon Aras yang tumbuh subur di tengah situasi buruk sekalipun, maka kita harus tetap menjadikan Yesus sebagai Pusat / center dari seluruh kehidupan kita.

Selasa, 19 Maret 2013

Gedung GPSK IMMANUEL Nanga Merakai beserta jemaat

Gedung GPSK IMMANUEL Nanga Merakai beserta jemaat

Gereja ini bernama GPSK Immanuel. letaknya  di Nanga Merakai, letaknya setrategis dan mudah di jangkau masyarakat setempat yang ingin beribadah. Di Gereja ini bisa memuat  kurang lebih 700 jiwa. Gerja ini ini bi bagun kira-kira pada tuhun 1999. Pendata yang melayani di Gereja ini adalah  Pdt.Guspoli Cerpus,S.Th  beserta asisten nya Ev.Yusmida, S.Th. yang melayani disisi tidak kenal usia, semua yang melayani tentu nya jiwa-jiwa yang rindu ingin dekat, mendakat dengan Tuhan Yesus.


Pdt.Guspoli Cerpus,S.Th
team penari tamborin GPSK Immanuel
Majelis, Gembala GKII, MPD beserta  jemaat 
Jema’at ini selalu kompak dalam pelayanan di Gereja ini. Baik itu Pemuda maupun orang tua sekalipun. Adapun alat-alat  untuk melayani di Gerja ini adalah  keybrod, LCH Ployektor, konsisten suara, mempunyai 7 box. 3 di depan, 2 di tengah dan dua dibelakang yang menbuat semangat anak muda dan orang tua. Gereja ini memiliki bagunan tingkat dua dan lantai proslen. luas lingkungan Gerja ini kira-kira 1 hektar.  Dan tak mau kalah juga, gereja GPSK ini telah memiliki fulldram. dimana fulldram ini dalam satu bulan sekali akan  akan di mainkan,  pada saat ini GPSK Immanuel ini sedang membangun  satu gedung, dan tempat parkiran kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat yang mana digunakan sebagai pelagkap seluruh aktifitas pelayaan.

team music GPSK Immanuel
Gerja ini memiliki komisi-komisi dari sekolah minggu sampai lansia. Gerja ini mangharapkan kebagunan Rohani  setiap saat. agar jemaat selalu di berkati.

jika anda berkunjung ke merakai daerah perbatasan. mampirlah kegerja ini untuk beribadah. Dengan senang hati kami majelis dan seluruh jemaat GPSK IMMANUEl menyambut saudara kelaian dengan suka cita.


Jika ingin melihat link di http://gpskimmanuel.blogspot.com atau hubungi kami di
E-mail kami di gpsk.immanuel@gmail.com dan igpck@yahoo.com

“PERBAHARUI HIDUP ANDA DENGAN DEKAT DENGAN TUHAN YESUS”
 Tuhan Yesus Memberkati


Senin, 11 Februari 2013

Khotbah : Belajar dari sikap para Majus dalam menyambut kedatangan Yesus


THema: Belajar dari sikap para Majus dalam menyambut kedatangan Yesus
 NAST : MATIUS 2:11-12

INTRODUKSI
Pdt. Guspoli Carpus, STh
khotbah natal pe
muda
Natal berasal dari kata latin yang berarti kelahiran.  Tentunya setiap perayaan natal, setiap orang akan diingatkan kembali akan besarnya kasih Allah kepada manusia, sehingga rela lahir ke dalam dunia yang penuh dengan kegelapan, penuh tipu daya, penuh dengan keganasan, penuh dengan berbagai masalah.  Namun Yesus justru hadir untuk manusia agar manusia itu sendiri mengalami perubahan.

1.Mencari dan Menyembah Yesus
Tujuan para Majus adalah untuk mencari Yesus sampai mendapatkan-Nya.

Mereka datang untuk menyembah Dia.

Menyembah berarti menaklukkan diri, suatu sikap yang merendahkan diri dan menghormati kehadiran Yesus Kristus.
2. Memberikan Korban Persembahan
  1. Orang Majus memberikan korban persembahan berupa emas, kemenyan dan Mur sebagai sesuatu yang khusus buat Yesus.
  2. Yesus memandang bahwa persembahan mereka  merupakan  persembahan dari pribadi yang  rela  berkorban.
  3. Yesus adalah figur yang special bagi para Majus, oleh karena itu mereka berani mempersembahkan yang special juga.
3. Peka akan kehendak Tuhan
  1. Orang Majus peka akan kehendak Tuhan yang diperingatkan dalam mimpi.
  2. Sebenarnya sangat sulit untuk memiliki kepekaan akan suara Tuhan pada masa itu,apalagi Tuhan sudah tidak lagi berbicara selama 400 tahun kepada umatnya.
  3.  Tetapi orang majus tetap peka akan suara Tuhan, kepekaan itulah yang membuat hidup mereka menjadi selamat.
4. Meninggalkan Jalan Lama
  1. Orang Majus tidak lagi kembali kepada Herodes melainkan pulang melalui jalan lain.\
  2. Setelah bertemu dengan Yesus mereka berubah haluan dan pulang dengan jalan yang baru.
  3. Sebuah resiko keputusan yang diambil  saat mereka tidak lagi bertemu dengan Herodes dan pulang melewati jalan lain.

Kesimpulan
"Kiranya Natal pada tahun ini membuat kita semakin antusias mengikut Yesus, sampai kepada Dia datang kembali untuk menjembut  kita yang percaya kepada-Nya."

Selasa, 04 Desember 2012

BERITA SUKA CITA DARI SORGA

Tahun 1981 ; Pertobatan adalah kata penting bagi seorang Kristen, dan itulah yang saya alami pada bulan Juli 1981.

Hidup dalam kegelapan dosa, mulai dari perkelahian hingga berbagai tindakan tak terpuji lainnya. Puji Tuhan, karena kemurahan-Nya, Tuhan menjamah dan mengubah hidup saya yang dulu gelap. Di tahun yang sama, Tuhan menempatkan saya melayani di lingkungan dunia anak-anak yang tidak pernah saya sukai. Sebagai orang yang kasar saya tak bisa ramah pada anak-anak, sebagaimana yang saya alami ketika masih anak-anak, dikasari oleh yang lebih tua. Melayani di sekolah minggu sungguh sebuah realita yang tak pernah terbayangkan. Aneh tapi nyata, mungkin itu judul yang pas atas pengalaman ini.

Terus melayani di sekolah minggu, tahun 1984 Tuhan bermurah hati memakai saya untuk juga melayani remaja, dan kemudian pemuda. Terus melayani di komisi remaja, pemuda, dari berbagai gereja. Lalu dari kampus ke kampus, hingga akhirnya dari kantor ke kantor, dalam persekutuan karyawan. Juga melayani di berbagai retret, seminar, hingga KKR. Tuhan bawa saya melayani diberbagai bidang dan lokasi diseantero jabodetabek.
Tahun 1987 ; pada tanggal 3 Oktober, Tuhan mempersatukan saya dengan kekasih yang sama-sama melayani sekolah minggu, yaitu Greta Mulyati DS. Sekarang kami diberkati dengan 3 anak-anak yang menyenangkan,

Kezhia Bianta (13.08.88), mengambil kuliah jurusan musik yang memang digemarinya. Kini dia telah menyandang S1 dari UPH. Mengajar musik, vocal, dan menggumuli kemungkinan melanjut ke S2 musik.

Lalu Keithy Dorothy (23.04.90), mengambil kuliah kedokteran, karena terinspirasi ingin melayani orang susah dipedesaan. Saat ini, dia telah menyelesaikan sarjana kedokteran dari UKI, dan sedang menyelesaikan kewajiban tugas prakteknya.

Yang bungsu Kennan Jonathan (04.07.94),lulus SMA BPK Penabur tahun 2012. Saat ini melanjut ke perguruan tinggi, kuliah di Swiss Germany University. Dia rindu suatu waktu menjadi hamba Tuhan, itu pergumulannya. Kiranya Tuhan menolongnya, untuk mempersiapkan dan memperlengkapi diri secara maksimal dalam melayani Tuhan Raja Gereja.


Tahun 1995 ; Dalam menjawab panggilan Tuhan, sebagai seorang wiraswasta, saya melepas bisnis saya yang sedang berkembang, untuk masuk sekolah teologi di STTRII Jakarta. Memperlengkapi diri, untuk melayani sepenuh waktu di ladang baru yang Tuhan percayakan.
Sekilas karya pelayanan melalui Yayasan yang saya dirikan oleh kemurahan dan untuk kemulian Tuhan :

Tahun 1989 ; Saat masih aktif dibisnis, mendirikan Yayasan Channel of Blessing (COB) bersama Bp. Paul Hidayat, MTh. Bersama rekan-rekan lainnya, melalui yayasan ini kami memberi scholarship bagi mahasiswa teologi yang membutuhkan.

Tahun 1999 ; Dipenghujung kuliah teologi, mendirikan Yayasan MIKA (MIsi Kita BersamA) bersama dengan beberapa rekan sepelayanan. Yayasan ini bergerak untuk misi pendidikan Kristen unggulan di pedesaan, yang sekarang diketuai oleh Bp. Sugihono Subeno. MIKA telah mendirikan Sekolah Kristen Makedonia (SKM), tingkat; PAUD, SDK,SLTPK dan SMUK,di desa Amboyo Inti, Plasma II, Ngabang, Kalimantan Barat. Saat ini telah mengantar dan membiayai penuh 61 siswa ke Perguruan Tinggi. Melahirkan 30 S1, yang kini bergabung melayani bersama melalui SKM . Sepanjang 10 tahun ajaran (2002-2012), SKM telah meluluskan 308 siswa, dan 77,25% melanjutkan ke Perguruan Tinggi, dibiayai oleh Yayasan, Beasiswa Pemda, dan biaya sendiri. MIKA Juga mendirikan taman bacaan yang kemudian menjadi PAUD, di Tubangraeng dan Sosok, di Kalimantan barat, dengan rata-rata 50 siswa.

Tahun 2000 ; Mendirikan Yayasan PAMA (PelAyanan Media Antiokhia) yang bergerak dalam pembentukan teologi, khususnya Christian Mindset. Menjangkau penduduk kota. Pelayanan ini dilakukan lewat siaran khotbah secara rutin, sekali seminggu di 42 Radio diberbagai kota, dan 2 TV di Indovision dan Kabelvision. Secara berkala siaran Live di TVRI. PAMA juga telah menerbitkan Tabloid Kristen REFORMATA (sebulan sekali). Berita harian, REFORMATA On Line (www.reformata.com), dan REFORMATA Audio Streaming (reformata.com/radio)

Tahun 2001 ; Mendirikan GPPB (Gerakan Pengabdian Pemuda Bangsa) sebuah LSM bersifat umum dan terbuka untuk pendanaan anak-anak tak mampu, dan pemberian les tambahan secara cuma-cuma dengan menggerakkan para pemuda gereja. Ini dilakukan sebagai gerakan sosial diwilayah perkotaan. Gereja mana saja boleh menjalankannya.

Tahun 2007 ; Sebagai seorang Pendeta, mendirikan dan menggembalakan jemaat Gereja Reformasi Indonesia (sister church Indonesian Reformed Church di Sydney, yang berada dibawah asosiasi Christian Reformed Church of Ausralia). Lagi-lagi, dan terus menerus, hanya karena kemurahan Tuhan, saya dipercaya melayani berbagai denominasi gereja, diberbagai tempat, diseluruh Indonesia. Juga pelayanan diluar negeri, seperti Singapore, Jepang, Australia, Jerman, Belanda, Belgia, dalam KKR maupun Seminar bagi jemaat Indonesia. Bahkan undangan dari umat Kristen di Qatar yang belum bisa dipenuhi karena soal waktu. Sering ke Israel, Mesir, Yordania, dalam perjalanan rohani sekaligus belajar mendalami sejarah dan konteks kekinian Israel, Mesir dan Yordania. Juga perjalanan menapak tilas sejarah 7 gereja di kitab Wahyu, di Turki, Patmos dan Yunani. Tapi yang jelas, bagi saya pelayanan bukan soal digereja apa, atau di kota, atau negara mana, atau berapa kali, tapi soal berita tentang Yesus Kristus yang harus disuarakan dengan benar, bertanggungjawab, dan tanpa kompromi. Dengan sejujurnya, berbanding pelayanan diberbagai tempat di Indonesia, atau luar negeri, pelayanan di Kalimantan (SKM), 2-4 kali setiap tahunnya, memberi nilai khusus yang sangat mendalam dihati saya.

"Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." Ini adalah moto pelayanan saya.
Dukung dan doakan pelayanan saya, agar saya tetap setia, tidak menjadi jumawa, tak silau oleh tumpukan harta, apalagi kehilangan arah, dan melenceng dari visi.
Mari melayani DIA, bersama dalam kerendahan hati.
Soli Deo Gloria.

MERUBAH YANG BURUK MENJADI BAIK


Luk 24:44-49 Meneruskan pelayanan Yesus

Injil Lukas memberi perhatian pada soal bukti tentang kebangkitan Kristus. Dalam 24:36-43 Dia harus membuktikan bahwa Dia bukan hantu (apakah mereka mengira hantu itu datang untuk membalas dendam terhadap pengkhianatan mereka?) melainkan darah dan daging. Tetapi lebih penting lagi adalah membuktikan bahwa apa yang terjadi sesuai dengan tujuan Allah mengutus-Nya, bahwa Dia tidak hanya orang yang sama tetapi juga memiliki misi yang sama.
Dia mulai dengan mengingatkan mereka bahwa sebenarnya Dia sudah memberitahu bahwa Dia harus mati dan bangkit (9:22). Salah satu kata kunci di sini adalah kata “harus” (dei), yang dalam Injil-Injil merujuk pada rencana Allah. Yesus “harus” di rumah Bapa-Nya (2:49). Dia “harus” memberitakan Kerajaan Allah di kota-kota yang lain (4:43). Tetapi kata kunci itu juga terkait dengan kata “tertulis”. Rencana Allah bukan hal yang baru muncul dengan Yesus tetapi sudah tertuang dalam PL. Dalam a.44 Yesus merujuk pada ketiga bagian Alkitab dalam pembagian orang Yahudi, yakni kitab Taurat Musa (Kejadian-Ulangan), kitab nabi-nabi (Yosua-2 Raja-raja dan Yesaya-Maleakhi) dan kitab Mazmur (sebagai kitab pertama dari semua kitab yang lain).
Yang disampaikan dalam seluruh PL adalah pertama-tama penderitaan dan kebangkitan Mesias (a.46). Memang, dalam PL ada konsep yang jelas tentang seorang raja yang akan muncul menggenapi janji Allah kepada Daud bahwa akan ada keturunan Daud di takhta Israel selama-lamanya (2 Sam 7:12-16). Buku-buku sejarah, nabi-nabi dan Mazmur semua sering menyinggung konsep ini, dan Taurat dalam beberapa aspek melihat ke depan ke raja Daud, seperti nubuatan tentang Yehuda dalam Kej 49:10. Tetapi jika kita melihat bahwa Mesias adalah wakil umat Allah, maka riwayat Yesus menjadi jelas. Dalam kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus melaksanakan pembuangan dan kebangkitan Israel. Yesaya 53 menyatakan hal itu dengan paling jelas, tetapi pasal itu sesuai dengan apa yang tersirat lebih luas. Bahkan Taurat melihat pembuangan dan pemulihan Israel, terutama dalam Ulangan 28-30, termasuk janji akan hati yang baru (Ul 30:6). Jadi, selain menggenapi beberapa nubuatan Mesianis, Yesus menggenapi seluruh nasib umat Allah sebagai wakil umat manusia. Dia mengikuti manusia ke dalam ranah maut—keterpisahan dari Allah—supaya Dia bisa merintis jalan ke ranah hidup dalam kebangkitan-Nya.
Jika Mesias diperlakukan demikian, apa respons manusia terhadap hal itu? Dalam beberapa nabi, khususnya Yes 40-66, pelayanan hamba adalah dasar pengampunan bagi umat Allah (mis. Yes 40:2). Bangsa-bangsa sebagai tujuan juga jelas dalam seluruh Alkitab. Semua bangsa akan diberkati dalam Abraham; banyak nabi melihat berkat bagi semua bangsa (mis. Am 9:12); Mazmur juga sering menyerukan semua bangsa untuk memuji nama Tuhan (mis. 117). Perhatian Allah bagi semua bangsa bukan sesuatu yang dimulai dengan Yesus, tetapi berakar dalam pemahaman tentang Allah sebagai Pencipta semesta alam. Menurut Lukas 4:16dst pelayanan Yesus memiliki dasar yang sama, yaitu sebagai hamba Tuhan sesuai Yesaya 61. Yerusalem sebagai titik tolak pemberitaan dapat dilihat dalam Yes 2:1-4, dan juga Yesaya 60, 62, di sekitar Yesaya 61 itu.
Begitulah kerangka pemahaman yang disampaikan oleh Yesus kepada mereka, yang menunjukkan bahwa Yesus yang ada di depan mereka adalah hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik kepada orang miskin sejak awal pelayanan-Nya (Luk 4:18). Yesus membuka pikiran mereka akan rencana Allah dalam seluruh PL (a.45), tetapi juga mengingatkan mereka bahwa mereka menjadi saksi bahwa rencana Allah itu terwujud dalam Yesus. Dia akan pergi, tetapi mereka akan meneruskan pelayanan Yesus dengan berita tentang puncak dari pelayanan-Nya, yakni kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam hal itu mereka tidak akan sendirian. Sama seperti Yesus dikuasai oleh Roh Kudus, mereka juga akan menerima kekuasaan dari tempat tinggi.
Kita bukan saksi mata sama seperti mereka, tetapi perintah Yesus tentang perlunya memberitakan pertobatan dan pengampunan tidak dikaitkan dengan kesaksian mereka melainkan dengan adanya bangsa-bangsa yang belum mendengar. Jadi, dua hal dapat menghalangi gereja meneruskan kesaksian para murid itu. Yang pertama, jika pikiran belum dibuka untuk melihat bahwa pemberitaan Kristus mewujudkan rencana Allah bagi bangsa-bangsa, kita akan malas merepotkan diri dengan misi ke luar. Pertobatan dan pengampunan sepertinya sepadan dengan baptisan dan pengajaran dalam Mt 28:19-20, saluran berkat bagi bangsa-bangsa. Yang kedua, kalaupun pikiran sudah dibuka, tanpa kekuasaan dari tempat tinggi, kita tidak dapat bertahan dalam misi itu. Roh Kudus yang akan menyertai para pemberita Kristus dalam Injil Lukas. Hal itu tidak bertentangan dengan penyertaan Kristus dalam Mt 28:20, karena Roh itu Roh Kristus. Dengan penyertaan Roh Kudus, sebagaimana dilihat dalam Kisah Para Rasul, pemberita Kristus akan meneruskan pelayanan Yesus sendiri.

Luk 24:44-49 Meneruskan pelayanan Yesus

Injil Lukas memberi perhatian pada soal bukti tentang kebangkitan Kristus. Dalam 24:36-43 Dia harus membuktikan bahwa Dia bukan hantu (apakah mereka mengira hantu itu datang untuk membalas dendam terhadap pengkhianatan mereka?) melainkan darah dan daging. Tetapi lebih penting lagi adalah membuktikan bahwa apa yang terjadi sesuai dengan tujuan Allah mengutus-Nya, bahwa Dia tidak hanya orang yang sama tetapi juga memiliki misi yang sama.
Dia mulai dengan mengingatkan mereka bahwa sebenarnya Dia sudah memberitahu bahwa Dia harus mati dan bangkit (9:22). Salah satu kata kunci di sini adalah kata “harus” (dei), yang dalam Injil-Injil merujuk pada rencana Allah. Yesus “harus” di rumah Bapa-Nya (2:49). Dia “harus” memberitakan Kerajaan Allah di kota-kota yang lain (4:43). Tetapi kata kunci itu juga terkait dengan kata “tertulis”. Rencana Allah bukan hal yang baru muncul dengan Yesus tetapi sudah tertuang dalam PL. Dalam a.44 Yesus merujuk pada ketiga bagian Alkitab dalam pembagian orang Yahudi, yakni kitab Taurat Musa (Kejadian-Ulangan), kitab nabi-nabi (Yosua-2 Raja-raja dan Yesaya-Maleakhi) dan kitab Mazmur (sebagai kitab pertama dari semua kitab yang lain).
Yang disampaikan dalam seluruh PL adalah pertama-tama penderitaan dan kebangkitan Mesias (a.46). Memang, dalam PL ada konsep yang jelas tentang seorang raja yang akan muncul menggenapi janji Allah kepada Daud bahwa akan ada keturunan Daud di takhta Israel selama-lamanya (2 Sam 7:12-16). Buku-buku sejarah, nabi-nabi dan Mazmur semua sering menyinggung konsep ini, dan Taurat dalam beberapa aspek melihat ke depan ke raja Daud, seperti nubuatan tentang Yehuda dalam Kej 49:10. Tetapi jika kita melihat bahwa Mesias adalah wakil umat Allah, maka riwayat Yesus menjadi jelas. Dalam kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus melaksanakan pembuangan dan kebangkitan Israel. Yesaya 53 menyatakan hal itu dengan paling jelas, tetapi pasal itu sesuai dengan apa yang tersirat lebih luas. Bahkan Taurat melihat pembuangan dan pemulihan Israel, terutama dalam Ulangan 28-30, termasuk janji akan hati yang baru (Ul 30:6). Jadi, selain menggenapi beberapa nubuatan Mesianis, Yesus menggenapi seluruh nasib umat Allah sebagai wakil umat manusia. Dia mengikuti manusia ke dalam ranah maut—keterpisahan dari Allah—supaya Dia bisa merintis jalan ke ranah hidup dalam kebangkitan-Nya.
Jika Mesias diperlakukan demikian, apa respons manusia terhadap hal itu? Dalam beberapa nabi, khususnya Yes 40-66, pelayanan hamba adalah dasar pengampunan bagi umat Allah (mis. Yes 40:2). Bangsa-bangsa sebagai tujuan juga jelas dalam seluruh Alkitab. Semua bangsa akan diberkati dalam Abraham; banyak nabi melihat berkat bagi semua bangsa (mis. Am 9:12); Mazmur juga sering menyerukan semua bangsa untuk memuji nama Tuhan (mis. 117). Perhatian Allah bagi semua bangsa bukan sesuatu yang dimulai dengan Yesus, tetapi berakar dalam pemahaman tentang Allah sebagai Pencipta semesta alam. Menurut Lukas 4:16dst pelayanan Yesus memiliki dasar yang sama, yaitu sebagai hamba Tuhan sesuai Yesaya 61. Yerusalem sebagai titik tolak pemberitaan dapat dilihat dalam Yes 2:1-4, dan juga Yesaya 60, 62, di sekitar Yesaya 61 itu.
Begitulah kerangka pemahaman yang disampaikan oleh Yesus kepada mereka, yang menunjukkan bahwa Yesus yang ada di depan mereka adalah hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik kepada orang miskin sejak awal pelayanan-Nya (Luk 4:18). Yesus membuka pikiran mereka akan rencana Allah dalam seluruh PL (a.45), tetapi juga mengingatkan mereka bahwa mereka menjadi saksi bahwa rencana Allah itu terwujud dalam Yesus. Dia akan pergi, tetapi mereka akan meneruskan pelayanan Yesus dengan berita tentang puncak dari pelayanan-Nya, yakni kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam hal itu mereka tidak akan sendirian. Sama seperti Yesus dikuasai oleh Roh Kudus, mereka juga akan menerima kekuasaan dari tempat tinggi.
Kita bukan saksi mata sama seperti mereka, tetapi perintah Yesus tentang perlunya memberitakan pertobatan dan pengampunan tidak dikaitkan dengan kesaksian mereka melainkan dengan adanya bangsa-bangsa yang belum mendengar. Jadi, dua hal dapat menghalangi gereja meneruskan kesaksian para murid itu. Yang pertama, jika pikiran belum dibuka untuk melihat bahwa pemberitaan Kristus mewujudkan rencana Allah bagi bangsa-bangsa, kita akan malas merepotkan diri dengan misi ke luar. Pertobatan dan pengampunan sepertinya sepadan dengan baptisan dan pengajaran dalam Mt 28:19-20, saluran berkat bagi bangsa-bangsa. Yang kedua, kalaupun pikiran sudah dibuka, tanpa kekuasaan dari tempat tinggi, kita tidak dapat bertahan dalam misi itu. Roh Kudus yang akan menyertai para pemberita Kristus dalam Injil Lukas. Hal itu tidak bertentangan dengan penyertaan Kristus dalam Mt 28:20, karena Roh itu Roh Kristus. Dengan penyertaan Roh Kudus, sebagaimana dilihat dalam Kisah Para Rasul, pemberita Kristus akan meneruskan pelayanan Yesus sendiri.